Minggu, 10 Mei 2020

Sejarah Pembangunan Candi Prambanan di Yogyakarta

Candi Prambanan atau Candi Loro Jonggrang adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah. Berdasarkan prasasti Siwagrha nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahasa Sanskerta yang bermakna 'Rumah Siwa'), dan memang di garbagriha (ruang utama) candi ini bersemayam arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter yang menujukkan bahwa di candi ini dewa Siwa lebih diutamakan.

Kompleks candi ini terletak di kecamatan Prambanan, Sleman dan kecamatan Prambanan, Klaten, kurang lebih 17 kilometer timur laut Yogyakarta, 50 kilometer barat daya Surakarta dan 120 kilometer selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Letaknya sangat unik, Candi Prambanan terletak di wilayah administrasi desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman, sedangkan pintu masuk kompleks Candi Prambanan terletak di wilayah adminstrasi desa Tlogo, Prambanan, Klaten.

Candi ini adalah termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO, candi Hindu terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Arsitektur bangunan ini berbentuk tinggi dan ramping sesuai dengan arsitektur Hindu pada umumnya dengan candi Siwa sebagai candi utama memiliki ketinggian mencapai 47 meter menjulang di tengah kompleks gugusan candi-candi yang lebih kecil. Sebagai salah satu candi termegah di Asia Tenggara, candi Prambanan menjadi daya tarik kunjungan wisatawan dari seluruh dunia.

Menurut prasasti Siwagrha, candi ini mulai dibangun pada sekitar tahun 850 masehi oleh Rakai Pikatan, dan terus dikembangkan dan diperluas oleh Balitung Maha Sambu, di masa kerajaan Medang Mataram.Candi Prambanan atau Candi Loro Jonggrang adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah. Berdasarkan prasasti Siwagrha nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahasa Sanskerta yang bermakna 'Rumah Siwa'), dan memang di garbagriha (ruang utama) candi ini bersemayam arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter yang menujukkan bahwa di candi ini dewa Siwa lebih diutamakan.

Kompleks candi ini terletak di kecamatan Prambanan, Sleman dan kecamatan Prambanan, Klaten,  kurang lebih 17 kilometer timur laut Yogyakarta, 50 kilometer barat daya Surakarta dan 120 kilometer selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Letaknya sangat unik, Candi Prambanan terletak di wilayah administrasi desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman, sedangkan pintu masuk kompleks Candi Prambanan terletak di wilayah adminstrasi desa Tlogo, Prambanan, Klaten.

Candi ini adalah termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO, candi Hindu terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Arsitektur bangunan ini berbentuk tinggi dan ramping sesuai dengan arsitektur Hindu pada umumnya dengan candi Siwa sebagai candi utama memiliki ketinggian mencapai 47 meter menjulang di tengah kompleks gugusan candi-candi yang lebih kecil. Sebagai salah satu candi termegah di Asia Tenggara, candi Prambanan menjadi daya tarik kunjungan wisatawan dari seluruh dunia.
Menurut prasasti Siwagrha, candi ini mulai dibangun pada sekitar tahun 850 masehi oleh Rakai Pikatan, dan terus dikembangkan dan diperluas oleh Balitung Maha Sambu, di masa kerajaan Medang Mataram.

Etimologi

 Nama Prambanan, berasal dari nama desa tempat candi ini berdiri, diduga merupakan perubahan nama dialek bahasa Jawa dari istilah teologi Hindu Para Brahman yang bermakna "Brahman Agung" yaitu Brahman atau realitas abadi tertinggi dan teragung yang tak dapat digambarkan, yang kerap disamakan dengan konsep Tuhan dalam agama Hindu. Pendapat lain menganggap Para Brahman mungkin merujuk kepada masa jaya candi ini yang dahulu dipenuhi oleh para brahmana. Pendapat lain mengajukan anggapan bahwa nama "Prambanan" berasal dari akar kata mban dalam Bahasa Jawa yang bermakna menanggung atau memikul tugas, merujuk kepada para dewa Hindu yang mengemban tugas menata dan menjalankan keselarasan jagat.

Nama asli kompleks candi Hindu ini adalah nama dari Bahasa Sansekerta; Siwagrha (Rumah Siwa) atau Siwalaya (Alam Siwa), berdasarkan Prasasti Siwagrha yang bertarikh 778 Saka (856 Masehi). Trimurti dimuliakan dalam kompleks candi ini dengan tiga candi utamanya memuliakan Brahma, Siwa, dan Wisnu. Akan tetapi Siwa Mahadewa yang menempati ruang utama di candi Siwa adalah dewa yang paling dimuliakan dalam kompleks candi ini.


Sejarah

Pembangunan 

   Prambanan adalah candi Hindu terbesar dan termegah yang pernah dibangun di Jawa kuno, pembangunan candi Hindu kerajaan ini dimulai oleh Rakai Pikatan sebagai tandingan candi Buddha Borobudur dan juga candi Sewu yang terletak tak jauh dari Prambanan. Beberapa sejarawan lama menduga bahwa pembangunan candi agung Hindu ini untuk menandai kembali berkuasanya keluarga Sanjaya atas Jawa, hal ini terkait teori wangsa kembar berbeda keyakinan yang saling bersaing; yaitu wangsa Sanjaya penganut Hindu dan wangsa Sailendra penganut Buddha. Pastinya, dengan dibangunnya candi ini menandai bahwa Hinduisme aliran Saiwa kembali mendapat dukungan keluarga kerajaan, setelah sebelumnya wangsa Sailendra cenderung lebih mendukung Buddha aliran Mahayana. Hal ini menandai bahwa kerajaan Medang beralih fokus dukungan keagamaanya, dari Buddha Mahayana ke pemujaan terhadap Siwa.

Bangunan ini pertama kali dibangun sekitar tahun 850 Masehi oleh Rakai Pikatan dan secara berkelanjutan disempurnakan dan diperluas oleh Raja Lokapala dan raja Balitung Maha Sambu. Berdasarkan prasasti Siwagrha berangka tahun 856 M, bangunan suci ini dibangun untuk memuliakan dewa Siwa, dan nama asli bangunan ini dalam bahasa Sanskerta adalah Siwagrha (Sanskerta:Shiva-grha yang berarti: 'Rumah Siwa') atau Siwalaya (Sanskerta:Shiva-laya yang berarti: 'Ranah Siwa' atau 'Alam Siwa'). Dalam prasasti ini disebutkan bahwa saat pembangunan candi Siwagrha tengah berlangsung, dilakukan juga pekerjaan umum perubahan tata air untuk memindahkan aliran sungai di dekat candi ini. Sungai yang dimaksud adalah sungai Opak yang mengalir dari utara ke selatan sepanjang sisi barat kompleks candi Prambanan. Sejarawan menduga bahwa aslinya aliran sungai ini berbelok melengkung ke arah timur, dan dianggap terlalu dekat dengan candi sehingga erosi sungai dapat membahayakan konstruksi candi. Proyek tata air ini dilakukan dengan membuat sodetan sungai baru yang memotong lengkung sungai dengan poros utara-selatan sepanjang dinding barat di luar kompleks candi. Bekas aliran sungai asli kemudian ditimbun untuk memberikan lahan yang lebih luas bagi pembangunan deretan candi perwara (candi pengawal atau candi pendamping).

Beberapa arkeolog berpendapat bahwa arca Siwa di garbhagriha (ruang utama) dalam candi Siwa sebagai candi utama merupakan arca perwujudan raja Balitung, sebagai arca pedharmaan anumerta beliau.

Kompleks bangunan ini secara berkala terus disempurnakan oleh raja-raja Medang Mataram berikutnya, seperti raja Daksa dan Tulodong, dan diperluas dengan membangun ratusan candi-candi tambahan di sekitar candi utama. Karena kemegahan candi ini, candi Prambanan berfungsi sebagai candi agung Kerajaan Mataram, tempat digelarnya berbagai upacara penting kerajaan. Pada masa puncak kejayaannya, sejarawan menduga bahwa ratusan pendeta brahmana dan murid-muridnya berkumpul dan menghuni pelataran luar candi ini untuk mempelajari kitab Weda dan melaksanakan berbagai ritual dan upacara Hindu. Sementara pusat kerajaan atau keraton kerajaan Mataram diduga terletak di suatu tempat di dekat Prambanan di Dataran Kewu.


Relief

Ramayana dan Krishnayana

 
  Candi ini dihiasi relief naratif yang menceritakan epos Hindu; Ramayana dan Krishnayana. Relif berkisah ini diukirkan pada dinding sebelah dalam pagar langkan sepanjang lorong galeri yang mengelilingi tiga candi utama. Relief ini dibaca dari kanan ke kiri dengan gerakan searah jarum jam mengitari candi. Hal ini sesuai dengan ritual pradaksina, yaitu ritual mengelilingi bangunan suci searah jarum jam oleh peziarah. Kisah Ramayana bermula di sisi timur candi Siwa dan dilanjutkan ke candi Brahma temple. Pada pagar langkan candi Wisnu terdapat relief naratif Krishnayana yang menceritakan kehidupan Krishna sebagai salah satu awatara Wishnu.

Relief Ramayana menggambarkan bagaimana Shinta, istri Rama, diculik oleh Rahwana. Panglima bangsa wanara (kera), Hanuman, datang ke Alengka untuk membantu Rama mencari Shinta. Kisah ini juga ditampilkan dalam Sendratari Ramayana, yaitu pagelaran wayang orang Jawa yang dipentaskan secara rutin di panggung terbuka Trimurti setiap malam bulan purnama. Latar belakang panggung Trimurti adalah pemandangan megah tiga candi utama yang disinari cahaya lampu.


Lokapala, Brahmana, dan Dewata

Di seberang panel naratif relief, di atas tembok tubuh candi di sepanjang galeri dihiasi arca-arca dan relief yang menggambarkan para dewata dan resi brahmana. Arca dewa-dewa lokapala, dewa surgawi penjaga penjuru mata angin dapat ditemukan di candi Siwa. Sementara arca para brahmana penyusun kitab Weda terdapat di candi Brahma. Di candi Wishnu terdapat arca dewata yang diapit oleh dua apsara atau bidadari kahyangan. 

Panil Prambanan: Singa dan Kalpataru

 

Di dinding luar sebelah bawah candi dihiasi oleh barisan relung (ceruk) yang menyimpan arca singa diapit oleh dua panil yang menggambarkan pohon hayat kalpataru. Pohon suci ini dalam mitologi Hindu-Buddha dianggap pohon yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan manusia. Di kaki pohon Kalpataru ini diapit oleh pasangan kinnara-kinnari (hewan ajaib bertubuh burung berkepala manusia), atau pasangan hewan lainnya, seperti burung, kijang, domba, monyet, kuda, gajah, dan lain-lain. Pola singa diapit kalpataru adalah pola khas yang hanya ditemukan di Prambanan, karena itulah disebut "Panil Prambanan". 

Sejarah Candi Borobudur Yang terletak di Magelang, Jawa Tengah. Indonesia

Candi Borobudur adalah sebuah candi Buddha yang terletak di kota Magelang, provinsi Jawa Tengah. Candi Borobudur adalah candi atau kuil Buddha terbesar di dunia, sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di dunia. Karena kemegahan dan keagungannya, candi yang dibangun pada abad ke-8 ini sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu warisan kebudayaan dunia (world heritage).
Candi Borobudur dibangun pada masa pemerintahan dinasti Syailendra. berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Sejarah berdirinya Candi Borobudur dibangun pada abad ke-8.
Asal usul candi Borobudur pun masih diliputi misteri, mengenai siapa pendiri candi Borobudur dan apa tujuan awalnya membangun candi ini. Banyak cerita dan kisah candi Borobudur beredar yang kini dikenal sebagai dongeng rakyat setempat.

Letak Candi Borobudur

Candi Borobudur terletak di kota Magelang, provinsi Jawa Tengah. Alamat Candi Borobudur lengkapnya ada di Jl. Badrawati, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi Candi Borobudur berada sekitar 100 km dari Semarang, 86 km dari Surakarta dan 40 km dari DI Yogyakarta.
sejarah candi borobudur lengkap

Sejarah Candi Borobudur

Bagaimana sejarah berdirinya candi Borobudur dari dulu sampai sekarang? Kali ini akan dibahas mengenai sejarah candi Borobudur singkat dari awal mula berdiri, penemuan kembali dan proses pemugaran candi.

Asal Usul Candi Borobudur

Terdapat sejarah panjang dalam berdirinya candi Borobudur. Sampai saat ini tidak ditemukan bukti tertulis yang menjelaskan siapa yang membangun Borobudur dan apa tujuan membangun candi ini. Diperkirakan candi Borobudur dibangun pada tahun 800 Masehi.
Perkiraan waktu pembangunan candi didasarkan pada perbandingan antara jenis aksara yang tertulis di kaki tertutup Karmawibhangga dengan jenis aksara yang umumnya digunakan pada prasasti kerajaan abad ke-8 dan ke-9. Candi borobudur dibangun pada masa kerajaan dinasti Syailendra di Jawa Tengah yang bertepatan antara kurun waktu 760 sampai 830 Masehi.
Proses pembangunan candi Borobudur diperkirakan menghabiskan waktu 75  sampai 100 tahun lebih. Candi Borobudur baru benar-benar rampung 100% pada masa pemerintahan raja Samaratungga pada tahun 825 Masehi.

Pendiri Candi Borobudur

Siapa yang membangun candi Borobudur? Sampai saat ini masih belum diketahui siapa yang membangun candi Borobudur. Yang jelas candi Borobudur dibangun saat kejayaan dinasti Syailendra. Selain itu juga sempat ada ketidakjelasan candi Borobudur peninggalan agama apa, apakah agama Buddha atau Hindu.
Diketahui bahwa warga dinasti Syailendra adalah penganut agama Buddha aliran Mahayana yang taat. Namun berdasarkan temuan prasasti Sojomerto menunjukkan bahwa awalnya mereka mungkin beragama Hindu Siwa.
Di era itu memang banyak dibangun berbagai candi Hindu dan Buddha di dataran Kedu. Ada juga candi suci Shiwalingga di dekat kawasan Borobudur yang merupakan candi Hindu. Meski begitu umumnya disepakati candi Borobudur peninggalan kerajaan Buddha di Indonesia.
Candi Borobudur sendiri dibangun pada kurun waktu yang hampir bersamaan dengan candi-candi di Dataran Prambanan, meskipun Borobudur rampung lebih dahulu sekitar tahun 825 M.

Proses Pembangunan Candi Borobudur

Awal mula candi Borobudur adalah berupa rancangan stupa tunggal yang sangat besar memahkotai puncaknya. Karena stupa yang terlalu besar dan berat dianggap bisa membahayakan, maka kemudian stupa tersebut dibongkar dan diganti menjadi tiga barisan stupa kecil dan satu stupa induk seperti sekarang
Pembangunan candi Borobudur bisa dibagi menjadi 4 (empat) tahapan. Berikut adalah perkiraan tahapan pembangunan Borobudur:
Tahap pertama
Tahap pertama pembangunan candi Borobudur dilakukan dengan meletakkan fondai dasar candi. Masa pembangunan Borobudur tidak diketahui pasti dan diperkirakan dimulai pada tahun 750 Masehi.
Borobudur dibangun di atas bukit alami, bagian atas bukit diratakan dan pelataran datar diperluas. Borobudur terbuat dari batu andesit, tapi tidak seluruhnya.
Bagian bukit tanah dipadatkan dan ditutup struktur batu sehingga menyerupai cangkang yang membungkus bukit tanah. Sisa bagian bukit ditutup struktur batu lapis demi lapis.
Awalnya Borobudur dibangun dengan tingkatan bersusun seperti rancangan piramida. Namun susunan tersebut diubah dan sebagai gantinya dibangun tiga undakan pertama yang menutup struktur asli piramida yang diubah.
Tahap kedua
Pada tahap kedua pembangunan tidak banyak proses pembangunan dilakukan. Yang ada hanya dilakukan penambahan dua undakan persegi, pagar langkan dan satu undak melingkar. Di atasnya langsung dibangun sebuah stupa tunggal yang sangat besar.
Tahap ketiga
Pada tahap ketiga pembangunan terjadi perubahan rancangan bangunan. Undak atas lingkaran dengan stupa tunggal induk besar dibongkar dan diganti tiga undak lingkaran.
Stupa-stupa yang lebih kecil dibangun berbaris melingkar pada pelataran undak-undak ini dengan satu stupa induk yang besar berada di bagian tengahnya.
Fondasi candi juga agak diperlebar dan kemudian dibangun kaki tambahan yang membungkus kaki asli sekaligus menutup relief Karmawibhangga. Perubahan stupa besar dikarenakan stupa tersebut terlalu besar dan berat sehingga diganti tiga stupa kecil dan satu stupa induk.
Tahap keempat
Pada tahap keempat atau tahap terakhir pembangunan dilakukan sedikit perubahan kecil dan finishing. Perubahan kecil yang meliputi penyempurnaan relief, penambahan pagar langkan terluar, perubahan tangga dan pelengkung atas gawang pintu serta pelebaran ujung kaki.
Setelah perubahan kecil selesai, maka candi Borobudur pun selesai dibangun. Pada akhirnya Candi Borobudur diperkirakan rampung secara total pada sekitar tahun 850 Masehi.

Penemuan Candi Borobudur

Sejarah candi Borobudur berikutnya memasuki tahap penemuan kembali. Perlu diketahui bahwa candi Borobudur sempat tersembunyi dan telantar selama berabad-abad. Borobudur terkubur di bawah lapisan tanah dan debu vulkanik yang kemudian ditumbuhi pohon dan semak belukar sehingga Borobudur saat itu benar-benar menyerupai bukit.
Tidak diketahui kenapa Borobudur ditinggalkan dan dibiarkan tidak terawat. Diperkirakan antara tahun 928 sampai 1006 Masehi ketika Raja Mpu Sindok memindahkan ibu kota kerajaan Medang ke kawasan Jawa Timur karena adanya letusan gunung berapi menjadi faktor kenapa Borobudur ditinggalkan, meski hal ini juga belum pasti.
Masuknya kerajaan Islam di abad ke 15 juga membuat Borobudur kian dilupakan. Meski ada cerita dan legenda candi Borobudur yang beredar mengenai kejayaan candi ini di masa lampau.
Baru pada tahun 1814 Masehi, candi Borobudur kembali ditemukan lagi. Saat itu pulau Jawa ada di bawah pemerintahan Inggris yang dipimpin oleh Thomas Stamford Raffles selaku gubernur jenderal. Raffles memiliki ketertarikan pada sejarah dan kebudayaan Jawa.
Saat melakukan inspeksi ke Semarang, Raffles mendengar kabar adanya monumen besar yang letaknya tersembunyi di dalam hutan dekat desa Bumisegoro. Ia kemudian mengutus H. C. Cornelius, seorang insinyur Belanda, untuk menyelidiki keberadaan bangunan besar ini.
Dalam 2 bulan, Cornelius beserta 200 bawahannya menebang pepohonan dan semak belukar yang tumbuh di bukit Borobudur dan membersihkan lapisan tanah yang mengubur candi ini. Ia melaporkan temuan ini dan memberi sketsa candi Borobudur pada Raffles. Raffles pun dianggap berjasa atas penemuan kembali Candi Borobudur dan mulai menarik perhatian dunia atas keberadaan monumen yang pernah hilang ini.
Hartmann, seorang pejabat pemerintah Hindia Belanda di Keresidenan Kedu meneruskan kerja Cornelius. Pada tahun 1835 Masehi, akhirnya seluruh bagian bangunan candi telah tergali dan bisa terlihat. Pemerintah Hindia Belanda menugaskan F. C. Wilsen, seorang insinyur pejabat Belanda bidang teknik untuk mempelajari monumen ini.
Setelah itu terus dilakukan penelitian terkait candi Borobudur oleh Pemerintah Hindia Belanda. Borobudur pun kian terkenal hingga mengundang kolektor candi untuk berkunjung. Borobudur juga sempat menjadi target pencuri artefak candi untuk kemudian dijual mahal.
Pada 1882, kepala inspektur artefak budaya menyarankan agar Borobudur dibongkar seluruhnya dan reliefnya dipindahkan ke museum akibat kondisi yang tidak stabil, ketidakpastian dan pencurian yang marak di monumen. Namun seorang arkeolog bernama Groenveldt yang ditunjuk pemerintah menggelar penyelidikan menyeluruh atas situs dan kemudian menyarankan agar bangunan ini dibiarkan utuh dan tidak dibongkar untuk dipindahkan.

Pemugaran Candi Borobudur

Sejarah berdirinya Candi Borobudur berlanjut dengan proses pemugaran. Pada tahun 1900 Masehi, pemerintah Hindia Belanda mengambil langkah menjaga kelestarian monumen ini.
Dibentuklah komisi yang terdiri atas tiga pejabat untuk meneliti monumen ini yang terdiri dari seorang sejarawan seni bernama Brandes, seorang insinyur dan tentara Belanda bernama Theodoor van Erp dan insinyur ahli konstruksi bangunan Departemen Pekerjaan Umum bernama Van de Kamer.
Pemugaran candi dilakukan dengan memperhatikan banyak hal. Hal-hal yang dilakukan antara lain adalah perbaikan sistem drainase, pengaturan sudut bangunan, pemindahan batu yang membahayakan, penguatan pagar langkan pertama dan pemugaran beberapa relung, gerbang, stupa dan stupa utama.
Hal lain yang harus ditambahkan adalah pembuatan pagar halaman candi dan pembersihan kawasan. Proses pemugaran candi Borobudur dilakukan pada kurun 1907 sampai 1911 Masehi. Setelah Indonesia merdeka, pemerintah pun beberapa kali melakukan pemugaran meski berskala kecil.
Pada akhir 1960an, pemerintah Indonesia telah mengajukan permintaan kepada masyarakat internasional untuk pemugaran besar-besaran demi melindungi monumen ini. Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan UNESCO mengambil langkah untuk perbaikan menyeluruh candi dalam suatu proyek besar yang dimulai sejak tahun 1975 sampai tahun 1982.
Setelah renovasi, tepatnya pada tahun 1991, UNESCO kemudian memasukkan Candi Borobudur ke dalam daftar Situs Warisan Dunia dan masuk dalam kriteria Budaya.
Nah itulah penjelasan mengenai sejarah singkat candi Borobudur dan asal usul candi Borobudur secara lengkap. Saat ini wisata candi Borobudur menjadi salah satu tempat wisata paling banyak dikunjungi di Indonesia. Candi Borobudur mampu menarik turis lokal dan asing selaku salah satu warisan budaya dunia yang terkenal.

Asal Usul Tembok China di RRC

Asal Usul Tembok Cina – Tembok Besar Tiongkok yakni tidak akan terus menerus, akan tetapi dalam kumpulan dinding pendek yang telah mengikuti bentuk pegunungan di Cina utara.
Pada awalnya dalam pembangunan Tembok Besar Cina yang memiliki suatu tujuan sebagai melindungi dalam wilayah Chung Kuo (sebagaimana orang Cina kuno menyebutnya) dari invasi suku nomaden dari bagian utara.
Dalam pembahasan yang telah kami sampaikan secara jelas dan lengkap yakni mengenai Asal Usul Tembok Cina. Untuk ulasan selengkapnya, yuk… Simak penjelasan nya sebagai berikut.
Bagaimanakah Asal usul Tembok Cina ?

Tembok Cina adalah sebuah tembok yang telah membentang yakni lebih dari 7.000 kilometer di dalam perbukitan Tiongkok. Dari dinding, kehidupan manusia mempunyai sebuah nilai dalam sejarah di era kekaisaran Cina dan menjadikannya salah satu dari tujuh keajaiban dunia.
Sejarah dalam pembangunan Tembok Besar Cina yakni sepanjang Tembok Besar Danau dapat ditelusuri kembali ke abad ke-9 SM. Dapat membaca ulang. Pada waktu itu, pemerintah di Cina tengah menggabungkan benteng dan menara api menjadi tembok panjang.
Tautan tersebut adalah sebuah tempat di mana adanya tentara di dalam perbatasan dan dijaga sebagai lebih mengidentifikasi dalam serangan etnis tertentu dari Cina utara. Bahkan, selama masa kepemimpinan Chunqiu, kerajaan tersebut yakni sering berperang.
Dan negara atau bagian dari sebuah kerajaan, yang dijalankan pangeran hanya karena alasan keamanan, membangun tembok besar secara berurutan sebagai benteng di gunung dan bukit yang berada di daerah dalaam perbatasan.
Tahun 221 SM Chr, Kaisar Qinshihuang yakni telah mengeluarkan perintah, tembok yang dibangun dengan berbagai negara disatukan untuk membentuk tembok besar dan berfungsi untuk benteng dan dapat mempertahankan terhadap serangan dalam pasukan kavaleri etnis nomaden di sebuah padang rumput Mongolia di bagian utara Cina.

Sejarah

Secara historis, dalam membangun tembok telah menjadi salah satu bagian terpenting dalam sejarah arsitektur Cina, yaitu keterbatasan wilayah perkotaan dan perumahan. Berbagai teori tentang mengapa dalam Tembok Besar dibangun, termasuk sebagai benteng, batas kepemilikan tanah, penanda batas, dan saluran dalam komunikasi sebagai menyampaikan sebuah pesan.
Contoh-Bangunan-Tembok-Cina
Tembok Besar Tiongkok yakni dapat dibangun di sebagian besar periode Qin, Han, dan Ming berdasarkan bukti tertulis yang diterima secara umum. Akan tetapi, dalam sebagian besar terhadap tembok besar yang telah berdiri saat ini adalah termasuk dalam sebuah hasil dari periode Ming.

Rahasia Dibalik Kokohnya Tembok Besar Cina

Dalam suatu penelitian yang telah dilakukan untuk menyimpulkan bahwa salah satu dalam adanya inovasi teknis yang paling cemerlang dalam waktu tersebut ialah adanya penggunaan yang ketan sebagai campuran semen untuk pembangunan Tembok Besar.
Ketan, yang telah digunakan sebagai suatu bahan wajib dalam adanya campuran terhadap semen, mempunyai suatu komposisi zat yang telah memungkinkan dalam bahan semen kapur yang digunakan dengan menjadi berkali-kali sampai lengket.
Campuran semen kapur dan beras ketan terdiri dari perekat organik dan anorganik yang dapat mengikat batu bata dengan sangat kuat, meskipun gulma tidak dapat tumbuh di atasnya.
Komposisi secara organik yang terkandung, yaitu amilopektin, yang diperoleh dari beras ketan, dan komposisi anorganik, yaitu kalsium karbonat dari kapur, menciptakan struktur mikro padat yang membuat dalam sebuah bangunan Tembok Besar yang lebih stabil dan mempunyai suatu kekuatan mekanik yang begitu lebih besar.

7 Keajaiban Dunia Yang Perlu Anda Ketahui!

Jutaan orang tersebut menyatakan keajaiban berikut ini lebih layak daripada yang lain. Tidak mengherankan, dari daftar tersebut merupakan situs warisan Dunia UNESCO. Dan dilansir detikcom dari matadornetwork.com, inilah 7 Keajaiban Dunia Baru dan penjelasannya yang bersejarah, ikonik, dan sangat fotogenik.

1. Taj Mahal, India

7 keajaiban dunia yang ada di India.7 keajaiban dunia yang ada di India. Foto: Asri Vernon/d'Traveler

Bangunan berbahan dasar marmer putih ini, merupakan simbol cinta seorang Kaisar Mughal Shah Jahan kepada mendiang sang istri, Mumtaz Mahal, yang kala itu melahirkan 14 anak namun meninggal saat melahirkan.

Jahan yang kehilangan istri tersayangnya, memerintahkan sekitar 20.000 pekerja dan 1.000 gajah, untuk membangun Taj Mahal pada tahun 1631 dan selesai pada 1648. Bangunan ini berlokasi di Agra, negara bagian Uttar Pradesh. Persisnya sekitar 212 kilometer dari selatan ibu kota India, New Delhi.

2. Chichén Itzá, Meksiko

Salah satu dari 7 Keajaiban dunia ini, masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO setelah ditemukan pada 1841. Chichén Itzá merupakan sisa peninggalan suku Maya, yang pada masa kejayaannya sekitar 600 M hingga 1200 M adalah kota besar, dan pusat kekuatan di daerah tersebut.

Chichén Itzá jika diterjemahkan berarti "di bibir mata air raykat", itu diyakini merujuk pada Semenanjung Yucatán terkenal dengan sungai bawah lautnya, dan lubang pembuangan air tawar terbuka, yang disebut cenote. Air adalah bagian integral dari kehidupan di sini. Dan kemungkinan merupakan faktor dalam kesuksesan kota tersebut, sebelum akhirnya hilang misterius.

3. Coloseum, Italia

Coloseum, jadi salah satu 7 keajaiban di dunia.Coloseum, jadi salah satu 7 keajaiban di dunia. Foto: Ristiyanti Handayani/d'Traveler


Bangunan ini nampak seperti stadion, dan merupakan tempat pertarungan gladiator dan binatang pada zaman itu. Colosseum mulai dibangun oleh Kaisar Vespasian sekitar 70 Masehi, di Roma, Italia. Bangunan selesai pada masa pemerintahan puteranya, Titus, pada abad 80 Masehi.

Amfiteater besar ini memiliki lebih dari 80 pintu masuk, dan tempat duduk untuk sekitar 50.000 orang. Saat ini beberapa bagian Colosseum telah hancur karena gempa bumi, penjarah, pengacau, atau kebakaran. Namun, masih memiliki pemandangan yang indah, banyak pengunjung hingga kini.

4. Christ the Redeemer, Brazil

7 Keajaiban Dunia Baru yang Kamu Perlu Tahu Christ the Redeemer. Foto: Ken Yunita

Patung Kristus yang ikonik ini berada di Rio de Janeiro, Brazil. Selesai dibangun pada tahun 1931, patung ini tinggi menjulang 98 kaki dengan tangan terentang. Dianggap sebagai monumen buatan manusia terindah di dunia, dan simbol kedamaian dan sambutan.

5. Petra, Jordania

Situs peninggalan ini diukir di permukaan batu, yang sangat besar dan luar biasa, dan diyakini telah didirikan sekitar 300 SM. Petra berasal dari bahasa Yunani kuno "Petros" yang berarti "batu"

Tempat ini pernah diangkat di film 'Indiana Jones and the Last Crusade' (1989). Berada di selatan Yordania antara Laut Mati dan Laut Merah, beberapa jam berkendara dari ibu kota, Amman.

6. Tembok Raksasa, Tiongkok

7 Keajaiban Dunia Baru yang Kamu Perlu Tahu 7 keajaiban dunia di Asia. Foto: Mega Caesaria/d'Traveler


Salah satu dari 7 keajaiban dunia di Asia ini adalah sebuah tembok besar yang meliuk-liuk di atas bukit perbatasan Tiongkok dengan Mongolia, panjangnya sekitar 20.000 kilometer (12.427 mil) dan melintasi sembilan provinsi.

Dinding itu sebenarnya dibangun pada waktu yang berbeda, dan untuk alasan yang berbeda pula. Tembok yang lebih tua berasal dari 700 SM, dan bagian-bagian ini menunjukkan usia mereka hingga hari ini.

Beberapa bagian tembok yang terasa lebih baru, dibangun pada masa Dinasti Ming ketika bangsa tiongkok berperang dengan orang-orang Mongolia. Namun orang-orang Mongol di bawah perintah Kublai Khan, berhasil menembus tembok ini sekitar tahun 1300-an, dan mendirikan pemukiman serta area perdagangan di kawasan yang sekarang bernama Beijing.

7. Machu Picchu, Peru
Machu Picchu yang berada di Peru. Salah satu situs paling mengesankan di dunia ini, dibangun 7.000 kaki di atas permukaan laut, dan dianggap sebagai destinasi yang paling sulit dijangkau dari seluruh destinasi dalam daftar ini.

Machu Picchu merupakan benteng kuno yang dibangun suku Inca pada abad ke-15. Namun pembangunannya tidak sampai selesai akibat invasi spanyol pada abad ke-16. Diperkirakan hanya sekitar 750 orang yang tinggal di sini karena merupakan kerajaan dan bukan kota yang layak. Dalam bahasa asli, Quechua, namanya berarti "Puncak Tua"

Sejarah Kota Balikpapan

Asal usul nama Balikpapan Ada beberapa hikayat populer yang menceritakan asal usul kota yang berada di pesisir timur  Kalimantan  ini, ya...